Artikel / AGARPAC

Apakah Aman Melakukan Diet Keto Saat Anda Terkena Kanker

Blog Artikel dan Info

Apakah Aman Melakukan Diet Keto Saat Anda Terkena Kanker

Asal mula diet ketogenik berasal dari kata keton. Dikala tubuh kekurangan tenaga dan ketersediaan karbohidrat tak memadai, karenanya hati akan memecah lemak menjadi asam lemak berbentuk keton untuk dihasilkan sumber tenaga bagi tubuh dan juga otak. Jumlah keton yang berlebihan di dalam tubuh ini disebut dengan ketosis. Inilah yang menjadi mekanisme utama dalam diet keto.

Diet ini dikhususkan dengan mengurangi asupan gula sampai tahapan benar-benar minimal. Diet keto akan memerintah Anda untuk mengkonsumsi sayuran dalam jumlah besar, protein dalam skala rendah, dan lemak dalam kadar yang relatif tinggi.

Tentunya lemak yang dikonsumsi yakni lemak yang sehat. Seumpama yang terkandung pada daging, telur, minyak nabati dari alpukat, minyak zaitun, minyak biji bunga matahari, minyak ikan, mentega, lemak keju, lemak susu, biji-bijian, dan sebagainya.

Sedangkan penerapannya dalam pemangkasan lemak tubuh dan penurunan berat badan masih diperdebatkan, beraneka penelitian telah membuktikan bahwa diet keto cukup sukses dalam menurunkan berat badan.

Tidak cuma itu, diet keto juga berguna untuk pasien kanker, pencegahan penyakit Alzheimer, mengontrol pola hidup diabetes, membetuli metode metabolisme dan kesehatan jantung.
Bagaimana diet keto membantu pasien kanker?

Sel kanker benar-benar membutuhkan glukosa sebagai bahan utamanya untuk berkembang dan menyebar. Oleh sebab itu, bila Anda mengerjakan diet keto untuk menurunkan kadar glukosa dalam darah, otomatis akan menyebabkan sel-sel kanker akan mengalami pelemahan. Sebab tujuan utama diet ini memang menekan kadar glukosa darah.

Pada tahun 1995, diet ketogenik pernah diberikan pada dua buah hati dengan astrositoma. Kesudahannya menunjukkan adanya penurunan asupan glukosa oleh sel tumor pada kedua buah hati tersebut dan satu buah hati sembuh setelah 12 bulan dan bertahan hidup sampai umur 10 tahun. Dari data tersebut, nampak bahwa diet keto bisa menurunkan volume tumor dan berpotensi meningkatkan angka kemauan hidup pada pasien kanker.

Sebagian besar mengakui adanya dampak yang cukup relevan dari perilaku diet keto dengan pelemahan sel kanker, termasuk sel kanker yang telah menyebar. Seorang pakar biologi sel dan dokter pakar kanker, mengatakan bahwa diet keto membantu melemahkan sel-sel kanker. Sebab itu, sel kanker jadi lebih mudah diselesaikan dengan terapi-terapi konvensional atau kombinasi terapi lainnya.

Diet keto akan menuntut Anda untuk mengkonsumsi lemak sehat lebih banyak. Diet ini juga merekomendasikan Anda untuk mengkonsumsi sayuran rendah karbohidrat seperti kembang kol, kubis, seledri, sawi, bayam, asparagus, brokoli, dan kubis. Sumber protein untuk diet keto lazimnya berasal dari daging, ayam olahan, ikan dan makanan laut, dan susu fermentasi.

Diet keto terdiri dari 75 persen lemak, 20 persen protein, dan 5 persen karbohidrat. Jadi sehari-hari Anda tak lagi mengkonsumsi nasi sebagai makanan utama. Kalaupun konsisten makan nasi atau sejenisnya, asupan karbohidrat maksimum tiap hari cuma berkisar 10-20 gram.

Namun, bila Anda memiliki kanker dan Anda berharap mencoba diet ini, sebaiknya konsisten diskusikan dahulu dengan dokter Anda untuk memilih pola diet keto untuk kanker tertentu yang paling ideal.

Agarpac minuman dengan kaya serat yang terbuat dari rumput laut merah sangat baik untuk melancarkan sistem pencernaaan anda dan juga untuk Diet Keto dengan mengkonsumsi 1 hari dua kali dalam program diet keto anda akan memberikan hasil diet sehat yang terbaik.

Agarpac produk dari Swallow Globe Brand Indonesia produsen agar agar terbesar di indonesia yang telah dipercaya selama puluhan tahun.

08/01/2018
3549 orang telah membaca artikel ini.
|Wikipedia |